Artikel

Dapatkan berbagai ilmu untuk kesehatan untuk Anda dan keluarga
news photo
DIABETES MELLITUS

Diabetes mellitus

Berdasarkan International Diabetes Federation 2019, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-7 di antara 10 negara dengan jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak, yaitu sebesar 10.7 juta. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara pada daftar tersebut.

 

Apa yang dimaksud dengan Penyakit Diabetes Melitus?

Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit dengan berbagai penyebab yang ditandai dengan kadar gula darah melewati batas normal disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

 

Apa faktor risikonya?

·      Faktor keturunan (ras, etnis, umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat melahirkan bayi> 4.000 gram, riwayat lahir dengan berat badan rendah)

  • ·      Berat badan lebih/obesitas
  • ·      Kurangnya aktivitas fisik
  • ·      Hipertensi
  • ·      Kolesterol
  • ·      Konsumsi makanan tinggi kalori
  • ·      Kondisi prediabetes
  • ·      Merokok

 

Tipe-tipe diabetes mellitus ?

a.      Diabetes mellitus tipe I

Penderita diabetes tipe ini tidak dapat menghasilkan insulin dari tubuhnya sendiri karena kerusakan sel beta pancreas sehingga membutuhkan asupan insulin dari luar tubuhnya.


 

b.      Diabetes mellitus tipe II

Diabetes yang disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan pengeluaran insulin yang rendah oleh kelanjar pancreas.


 

Gejala-gejala Diabetes mellitus (+ gambar ilustrasi)

Gejala Utama 3 S (klasik) :

·         S sering makan

·         S sering Buang Air Kecil

·         S sering haus

 

Gejala Tambahan :

·         Berat badan menurun cepat tanpa sebab

·         Kesemutan

·         Gatal di daerah kemaluan

·         Keputihan pada wanita

·         luka sulit sembuh

·         Bisul hilang timbul

·         Penglihatan kabur

·         Cepat lelah

·         Mudah mengantuk

·         Impotensi pada pria

Jika ada gejala di atas, yuk segera berobat!

 

Bagaimana mengetahui diabetes mellitus sejak dini?

·         Mempunyai gejala utama dan atau beberapa gejala tambahan

·         Faktor risiko penyakit DM

·         Ketahui kriteria kadar glukosa darah


 

* pemeriksaan dengan pembuluh darah yang besar dan dalam (umumnya pada siku)

 

Bagaimana penanganannya?

1.      1G2K – Modifikasi 3 J (Jenis, Jumlah, Jadwal)

·         Gizi : sesuai berat badan (konseling dokter gizi)

·         Konsep Piring Makan model T

 

2.      Konsumsi : 3x makan utama, 2-3x makanan selingan porsi kecil. Diet seimbang dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayur, menekan konsumsi gula maksimal 4 sendok atau 50 gram per hari, serta menghindari makanan manis atau berkarbonasi.

3.      Aktivitas fisik (150 menit/minggu atau 30 menit/hari dengan intensitas sedang 50-70%)

4.      Menghentikan kebiasaan merokok

5.      Obat-obat diabetes sesuai anjuran dokter spesialis penyakit dalam secara teratur

6.      Lakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala

7.      Istirahat yang cukup.

8.      Kelola stres dengan baik dan benar.

 

RUTIN KONTROL KE DOKTER dan PENGOBATAN TERATUR ADALAH KOENTJI

 

Bagaimana mencegah komplikasi diabetes?

-      Apa saja organ yang bisa terkena dampak diabetes ?

otak, jantung, mata, ginjal, lambung, pembuluh darah, luka di kaki, infeksi seluruh tubuh, saraf

 

-      Apa saja komplikasi diabetes mellitus?

Komplikasi yang paling sering adalah luka pada kaki dan seluruh tubuh yang sulit sembuh. Luka ini harus segera ditangani karena dapat menjadi infeksi berat dan berakibat fatal pada penderita diabetes mellitus

-      Terapi oksigen hiperbarik adalah metode  terapi  dengan  menggunakan  100% oksigen pada tekanan yang lebih tinggi dari tekanan  atmosfer  permukaan  air  laut,  yaitu pada tekanan 2-3 atmosphere absolute (ATA) di dalam ruangan hiperbarik untuk merangsang percepatan penyembuhan luka.

-      Berbagai penelitian telah menunjukan perbaikan pada kedalaman dan ukuran luka pasien diabetes mellitus yang mengalami luka pada kaki. Hongmei et al melaporkan sebagai  terapi  tambahan  dan  menunjukkan tingkat efektifitas sebesar 77,3% yang secara  bermakna  lebih  baik  dibandingkan 54,5% dengan penanganan konvesional

 

Referensi

-          Efek Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) pada Penyembuhan Ulkus Kaki DM Tipe 2 Berdasarkan Skor PEDIS (Ekanova R.    N. Sumarauw, 2019)

-          http://p2ptm.kemkes.go.id/post/lindungi-keluarga-dari-diabetes

-          http://p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus

-          Infodatin 2020 Diabetes mellitus, kemkes 2020